Testimoni Gubernur Tentang Benteng Somba Opu
Menyikapi pro kontra pengembangan kawasan Benteng Somba Opu sebagaimana yang ada di media, maka kami perlu menjelaskan hal-hal sebagai berikut :
Saya selaku Gubernur maupun pribadi senantiasa memiliki komitmen yang cukup tinggi dalam upaya pelestarian budaya (termasuk situs peninggalan sejarah) sebagaimana yang kami lakukan pada istana Balla Lompoa, rencana penataan kawasan Fort Rotterdam (Kantor Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan telah kami robohkan).
Kami menghargai saran dan tanggapan semua pihak terhadap upaya yang sedang kami lakukan saat ini, yang sekaligus menunjukkan adanya kesamaan visi kami dengan para pihak untuk melestarikan situs sejarah yang ada. Yang perlu ditingkatkan adalah upaya sosialisasi dan komunikasi agar tercipta pemahaman yang sama.
Berkaitan dengan itu, kami jelaskan bahwa penataan Benteng Somba Opu dimaksudkan untuk melestarikan keberadaan situs bersejarah yang merupakan satu-satunya benteng yang dibangun oleh rakyat Gowa dalam mempertahankan eksistensi kerajaan Gowa pada abad XV.
Pemerintah daerah bertanggung jawab memelihara dan melestarikan warisan tersebut sebagai solusi yang paling menguntungkan atas permasalahan yang tengah dihadapi, antara lain tingginya biaya pemeliharaan yang diperlukan, sulitnya mengamankan asset dari penyerobotan/penjarahan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, serta bagaimana mengelola situs agar memiliki nilai tambah dan tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai media pendidikan anak bangsa.
Penegasan kami bahwa penataan yang sedang dilakukan harus tetap menjaga dan tidak merusak situs yang ada. Sekiranya dalam proses penataan terdapat kesalahan/kecelakaan kerja sebagaimana yang tidak kita inginkan bersama, pihak investor harus bertanggung jawab mengembalikan keadaannya seperti semula.
Oleh karena itu, tidak ada kepentingan materi atau niat apapun juga untuk membangun sarana wisata tersebut di kawasan Somba Opu kecuali untuk menjaga situs sebagai kebanggaan bangsa yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi dimata dunia.
Dan izinkanlah pula saya mengucapkan terima kasih kepada Zaenal Tayeb, investor yang berkiprah di Bali dan Lombok dan merupakan putra Sulawesi Selatan yang mau menginvestasi dananya tanpa pamrih untuk kepentingan menjaga situs serta kemajuan daerah dan masyarakat Sulawesi Selatan.
Akhirnya saya mengajak ke publik dari berbagai unsur dan kalangan atau siapapun juga untuk turun melihat apa yang terjadi disana dan mari kita dengan arif memaknai manfaat yang diperoleh bagi usaha pelestarian situs Benteng Somba Opu dan untuk kepentingan rakyat Sulawesi Selatan.
“Saya adalah orang yang sangat bangga akan sejarah nenek moyang Bugis Makassar. Saya lebih memilih Situs dibandingkan kegiatan yang lain. Saya tegaskan bahwa tidak ada satu batapun yang akan tersentuh dari situs Benteng Somba Opu hanya untuk kegiatan pembangunan taman burung dan Waterboom. Pengembangan situs Benteng Somba Opu bertujuan untuk lebih memberikan ketertarikan kepada masyarakat untuk datang melihat Benteng Somba Opu dan bukan sebaliknya. Dan jangan sampai warisan yang tertitah dari megah masa silam, hilang, terkubur, dan terlupakan tanpa menilaskan pratanda apapun. Oleh karena itu saya mengharapkan semua pihak untuk ikut bekerja sama dalam upaya pelestarian sejarah yang menjadi kebanggaan kita bersama”
(Makassar, 15 Desember 2010)
GUBERNUR SULAWESI SELATAN
DR. H. SYAHRUL YASIN LIMPO, SH.,M.Si.,MH