Sosialisasi Dan Penyerahan Dana Subsidi Dan Bantuan Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) Tahun Ajaran 2011/2012
Untuk menghindari tingkat kecurangan pelaksanaan dalam Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2011/2012, baik untuk tingkat SMA/SMK, SMP maupun SD berjalan dengan baik tanpa ada tindak kecurangan, agar seluruh kepala daerah se-Sulsel memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Kepada para pelaku kecurangan yang terbukti agar diberi tindakan yang tegas. Hal itu dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo pada acara Sosialisasi dan Penyerahan Dana Subsidi Penyelenggara UN di Hotel Singgasana Makassar, Senin, 9 April 2012.
Selanjutnya dikatakan, tidak ingin mendengar di Sulsel ada berita miring terkait pelaksanaan UN, utamanya akibat kesenjangan yang dilakukan dalam penerapannya. Oleh karena itu, harus diatur agendanya dengan baik, para kepala sekolah, para penilik dan para koordinator pengendali, harus bisa bekerja dari sekarang untuk mensosialisasikan manajemennya seperti apa, sehingga pelaksanaan UN betul-betul sesuai dengan proses dan prosedurnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Abdullah Djabbar, menjelaskan anggaran yang disiapkan untuk pelaksanaan UN tahun 2012 sekitar Rp 10,5 miliar lebih. Ini semua dari pusat, rincian pembiayaan pada tingkat provinsi sebesar Rp 2,1 miliar lebih dan pembiayaan UN kabupaten/kota sekitar Rp 6,2 miliar, anggaran yang terbesar Kota Makassar dan Kabupaten Bone. Tahun ini peserta UN mencapai 405.709 siswa. Dari jumlah itu, Kota Makassar yang paling banyak peserta UN-nya dengan jumlah 22.435 siswa, sementara Kabupaten Selayar yang terendah hanya sekitar 2.285 siswa.
Hr/Tn (Selasa, 10 April 2012)