Pinrang Percontohan Program Emas USAID
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, angka kematian ibu hanya 76 per 1000 kelahiran. Sementara kematian bayi mampu ditekan sampai lima per 1000 kelahiran bayi. Target MDGs ditetapkan paling tinggi 102 per 1000 kelahiran bayi. Artinya, Sulsel sudah melampaui sangat jauh target MDGs yang ditetapkan sejak program kesehatan gratis dilaksanakan. Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu’mang saat menerima tim USAid di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa 29 Mei 2012.
Program kerja sama untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia mulai diberlakukan di Kabupaten Pinrang. Program yang dinamakan Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) ini hasil kerja sama Pemerintah Amerika Serikat melalui lembaga donor USAid dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Chief of Party Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) dari USAid, Anne Hyre mengatakan USAid menetapkan Kabupaten Pinrang percontohan program EMAS. Tenaga Pendamping memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan agar angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan lebih maksimal. Tenaga kesehatan ini diberikan pemahaman atau pengetahuan tentang tata cara menangani ibu melahirkan. Pola hidup sehat juga akan diberikan kepada ibu hamil.
Penetapan Pinrang sebagai percontohan bagian dari 30 kabupaten/kota se-Indonesia. USAid juga menunjuk enam provinsi sebagai pilot project program EMAS. Program ini dilaksanakan dengan dana USD 55 juta selama lima tahun. Inti dari program Emas ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia sebesar 25 persen, sehingga target MGDs 2015 dapat tercapai.
Sr (Rabu, 30 Mei 2012)