Kunjungan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros
Menyikapi ancaman mewabahnya virus difteri yang meresahkan warga Dusun Batulotong, Desa Pucak Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros maka Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan turun langsung ke dusun tersebut, Rabu 25 Januari 2012. Kunjungan ini untuk melihat langsung dan memantau wabah virus difteri yang kian meresahkan warga setempat. Warga resah setelah dua anak di desa itu, dirawat beberapa pekan di RSUD Salewangang Maros. Keduanya positif terinfeksi virus difteri yang menyerang sistem pernapasan yang gejala awalnya berupa demam. Tenggorokan penderita akan terasa panas dan menimbulkan bercak putih di tenggorokan, maka penderita akan sulit menelan apalagi untuk mengkonsumsi makanan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Dr. Firman Jaya yang ikut dalam rombongan, pihaknya sudah sebisa mungkin melakukan pencegahan dengan bekerja sama dinas terkait. Menurutnya hingga kini lima warga telah positif terjangkit virus ini pada pengambilan sampel tongsil di dusun tersebut, beberapa waktu lalu. Meski virus ini menyerang anak-anak, namun orang dewasa juga perlu waspada terhadap penularan melalui udara. Untuk mengatasi penularan, pihaknya sudah mendirikan posko penanganan virus ini di puskesmas setempat.
Jadi orang dewasa dapat mengkonsumsi obat antibiotik yang diberikan tim dari provinsi. Antibiotik Arythromycin telah dibagikan di dusun itu secara gratis. Obat ini harus diminum selama satu minggu dengan dosis empat kali minum sehari. Antibiotik ini dapat memberikan kekebalan tubuh terhadap berbagai jenis virus, khususnya difteri. Penyebaran virus melalui udara ini disebabkan karena kegagalan vaksinasi pada balita, virusnya menyerang anak-anak yang tidak melengkapi vaksin DPT.
Yuni/Hj. Nanna ( Kamis, 26 Januari 2012 )