Gubernur Sulsel Harap Jaga Daerah Tetap Kondusif
Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo, menghadiri puncak peringatan Hari jadi ke-631 Kab. Wajo Kamis, 29 Maret 2012 yang berpusat di Lapangan Merdeka Kabupaten Wajo dan menyampaikan turut prihatin atas aksi mahasiswa di Makasar yang terlibat bentrok dengan aparat kepolisian dan meminta agar demo penolakan rencana kenaikan harga BBM yang terjadi itu tetap menjaga kondisi daerah tetap kondusif dan berharap tidak ada korban yang jatuh akibat unjuk rasa BBM ini dan perlu adanya kebersamaan demi terciptanya ketentraman di Sulawesi Selatan seperti yang terjadi di Makassar bentrokan penolakan BBM dan saya kira aparat sudah bekerja dengan baik.
Pada kesempatan itu Gubernur melantik dan mengukuhkan pengurus komunikasi intelejen Daerah (Kominda) Kabupaten Wajo Pusat Komunikasi Gerakan Bela Negara (Puskom GBN) kabupaten wajo, dan forum kewaspadaan dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Wajo di Baruga Weccudai, Rumah Jabatan Bupati. Setelah selesai pelantikan Gubernur meminta ketiga lembaga yang dikukuhkan itu terlibat secara bersama sama untuk menjaga kedamaian dan ketentaraman di wilayahnya masing-masing pasalnya, yang maju tanpa adanya jaminan keamanan yang baik , diera orde baru selalu dikatakan bahwa stabilitas berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat .
Negara hanya akan baik kalau tidak ada ribut-ribut, suatu negara dan pemerintahan akan baik jika ada ruang bagi para pengusaha dan industeri investasi tumbuh dengan baik disuatu wilayah. Investasi tidak akan masuk kalau daerah tidak aman pengusaha, pedagang, pemilik pemilik toko hanya akan berjalan jika tidak ada ribut-ribut, akselerasi perekonomian disulsel mencapai Rp.117 triliun sementara di Kabupaten wajo dinilai pertumbuhan ekonomi sangat baik dengan begitu, inilah yang harus kita jaga dan menjadi bagian dari tugas ketiga lembaga ini.
Ph/Rd ( Jumat, 30 Maret 2012 )