Gubernur Sidak Bandara dan Pelabuhan
Otoritas pelabuhan harus menahan dan tidak memberangkatkan kapal laut yang tidak memenuhi standar keamanan pelayaran agar mengecek kelayakan operasi kapal laut yang akan mengangkut pemudik menjelang Idul Fitri 1433 H. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Selasa, 14 Agustus 2012.
Penegasan itu untuk menghindari terjadinya kecelakaan kapal sebagaimana arus mudik pada Lebaran tahun lalu. Hal tersebut sangat penting untuk menjaga keselamatan para pemudik. Pemantauan cuaca jelang lebaran ini agak rawan saat ini kondisi cuaca di Sulsel umumnya tidak terlalu kondusif untuk pelayaran.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi,dan Informatika (Dishubkominfo) Sulsel, Masykur Sulthan menyebutkan, lokasi pelayaran yang rawan untuk saat ini adalah Pelabuhan Selayar dan Pangkep. Dengan begitu, wajar jika gubernur meminta agar otoritas pelabuhan memperketat pengoperasian kapal. Dalam sidak kemarin, Gubernur didampingi Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Mudji Waluyo, Danlantaman Danlantamal VI Makassar, Brigjen TNI (Mar) Suwandhy Thahir,Ketua DPRD Sulsel, M Roem,serta beberapa unsur muspida Sulsel.
Selain meninjau kesiapan pengamanan dan pelayanan di Pelabuhan Soekarno Hatta, rombongan juga melakukan pemantauan di Bandara Internasional Hasanuddin dan Terminal Mallengkeri Makassar. Gubernur bersama rombongan mengecek kesiapan TNI/Polri dan unsur lainnya dalam pengamanan mudik 2012. Kita harap pelayanan makin baik.
Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Mudji Waluyo mengatakan kondisi keamanan arus mudik pada tahun ini masih aman dan terkendali. Menurutnya, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah menempatkan sejumlah personel Polri dibantu TNI di beberapa objek vital,berupa pelabuhan, bandara,dan terminal. Di Pelabuhan Soekarno Hatta kemarin, arus mudik melalui jalur laut ini tidak seramai hari sebelumnya. Memang, hanya ada satu kapal yang sandar yakni KM. Umsini dengan jumlah penumpang 286 orang yang berangkat dan 175 penumpang yang turun. Sehari sebelumnya, sejumlah kapal yang sandar yakni KM. Ceremai,KM. Labobar,KM. Lambelu dengan membawa penumpang 2.973 orang dan 3.007 penumpang yang turun di Makassar.
Petugas Syahbandar Pelabuhan Soekarno-Hatta, Rusman mengatakan satu-satunya kapal yang sandar kemarin, yakni KM Umsini, kapal ini berangkat dari dari Surabaya dengan tujuan Parepare-Balikpapan-Pantoloan(Tolitoli)-Tarakan-Nunukan. Tiga kapal yang tiba hari ini yakni KM Siguntang (malam) dari Balikpapan-Parepare,KM Tirongkabila (pagi) dari Raha- Baubau dengan tujuan Bima- Denpasar,serta KM Dabon Solo (malam) dari Surabaya tujuan Baubau. Puncak arus mudik di Pelabuhan Soekarno Hatta diperkirakan terjadi pada H-2 .
Sedangkan arus mudik di Terminal Regional Daya diperkirakan mencapai puncaknya pada H-2. Jumlah Pemudik diperkirakan melonjak diatas 55% dari dibanding saat ini. Saat ini jumlah pemudik di Terminal Daya diperkirakan 4.000 orang dari pagi hingga malam. Sedangkan pada H-2 jumlah penumpang diprediksi menembus 9.000 orang dan turun lagi pada H-1. Puncaknya pada H-2, diperkirakan menembus 9.000 orang.Apalagi saat itu tanggal merah dan memasuki libur nasional. Kepala Terminal Daya Abidin Wahid mengatakan, jumlah penumpang mudik di Terminal Daya pada H-5 saat ini mulai naik antara 10-15% dari H-7. Sebagian besar penumpang arus mudik tujuan Luwu dan sekitarnya,Sulbar, Enrekang, Bone dan sekitarnya.
Sr/An (Rabu, 15 Agustus 2012)