Beras Organik Dikembangkan di Sulsel
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan mengembangkan beras organik di Seko, Kabupaten Luwu Utara pada tahun ini. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu’mang mengatakan bahwa potensi pengelolaan beras organik di daerah Seko sangat besar. Apalagi sebelumnya para petani di daerah Seko sudah melakukan pengembangan beras organik, namun pengelolaannya belum maksimal. Hal tersebut diungkapkan di Makassar, baru-baru ini. Beras tersebut diyakini mampu memberikan kontribusi terhadap produk beras Sulsel yang setiap tahunnya mengalami Surplus lebih dari 1 juta ton.
Di Seko tercatat sekitar 5.000 hektare lahan persawahan yang bisa dikembangkan untuk beras organik. Dari jumlah lahan tersebut, peningkatan produksi diharapkan bisa lebih besar bila dibandingkan dengan yang ada saat ini.
Wagub mengatakan bahwa selama ini beras organik yang ada di daerah terisolir dijual dengan harga Rp 3.500 per kg, padahal jika dikemas harga jualnya Rp 8.000 per kg. Sementara apabila dibandingkan dengan beras organik dari daerah lain bisa mencapai Rp 39.000 per kg.
Untuk membudidayakan padi organik, para petani di daerah ini akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Pertanian Sulawesi Selatan, Badan Lingkungan Hidup, dan instansi terkait lainnya. Wagub optimis produk organik dapat laku terjual di pasaran, meningat beras organik merupakan beras yang bebas dari pestisida sehingga diyakini sangat higienis. Apalagi beras ini mayoritas dikonsumsi masyarakat kalangan menengah ke atas. Program ini diharapkan dapat berjalan lancar sehingga dapat meningkatkan taraf hidup warga di Seko.
Yy / Sv (Senin, 9 Jul 12)